Kamis, 29 Agustus 2019

Ciri Umum Teks Imajinasi/Fantasi

1.      Ada Keajaiban/ Keanehan/ Kemisteriusan

Cerita fantasi mengungkapkan hal-hal supranatural/ kemisteriusan, keghaiban yang tidak ditemui dalam dunia nyata. Cerita fantasi adalah cerita fiksi bergenre fantasi (dunia imajinatif yang diciptakan penulis). Tema fantasi adalah majic, supernatural atau futuristik. Ide cerita terkadang bersifat sederhana tapi mampu menitipkan pesan yang menarik. Contoh, pertempuran komodo dengan siluman serigala untuk mempertahankan tanah leluhurnya, petualangan di balik pohon kenari yang melemparkan tokoh ke zaman Belanda, dan kehidupan individual dalam dunia teknologi canggih pada 100 tahun mendatang.

2.      Menggunakan Berbagai Latar (Lintas Ruang dan Waktu)

Peristiwa yang dialami tokoh terjadi pada dua latar yaitu latar yang masih ada dalam kehidupan sehari-hari dan latar yang tidak tidak ada pada kehidupan sehari-hari. Alur dan latar cerita fantasi memiliki kekhasan. Rangkaian peristiwa cerita fantasi menggunakan berbagai latar yang menerobos dimensi ruang dan waktu. Misalnya, tokoh Nono bisa mengalami kejadian pada beberapa latar (latar waktu liburan di Wligi, latar zaman Belanda, dan sebagainya). Jalinan peristiwa pada cerita fantasi berpindah-pindah dari berbagai latar yang melintasi ruang dan waktu.

3.      Tokoh Unik (Memiliki Kesaktian)

Tokoh dalam cerita fantasi bisa diberi watak dan ciri yang unik yang tidak ada dalam kehidupan sehari-hari. Tokoh memiliki kesaktian tertentu. Tokoh mengalami peristiwa misterius yang tidak terjadi pada kehidupan sehari-hari . Tokoh mengalami kejadian dalam berbagai latar waktu. Tokok dapat ada pada seting waktu dan tempat yang berbeda zaman (bisa waktu lampau atau waktu yang akan datang/ futuristik).

4.      Bersifat Fiksi

Cerita fantasi bersifat fiktif (bukan kejadian nyata). Cerita fantasi bisa diilhami oleh latar nyata atau objek nyata dalam kehidupan tetapi diberi fantasi. Misalnya, latar cerita dan objek cerita Ugi Agustono diilhami hasil observasi penulis terhadap komodo dan Pulau Komodo. Tokoh dan latar difantasikan dari hasil observasi objek dan tempat nyata. Demikian juga Djoko Lelono memberi fantasi pada fakta kota Wlingi (Blitar), zaman Belanda, Gunung Kelud.

5.      Bahasa
Penggunaan sinonim dengan emosi yang kuat dan variasi kata cukup menonjol. Bahasa yang digunakan variatif, ekspresif, dan menggunakan ragam nonformal (bukan bahasa formal).

Unsur Pembangun Teks Imajinasi/Fantasi

1.      TOKOH

Tokoh adalah individu rekaan pada sebuah cerita sebagai pelaku yang mengalami peristiwa dalam cerita.

Jenis Tokoh secara umum.

a.      Tokoh utama

Tokoh utama adalah tokoh yang memiliki peranan penting dalam suatu cerita. Tokoh ini merupakan tokoh yang paling banyak diceritakan, baik sebagai pelaku kejadian maupun yang dikenai kejadian.

b.      Tokoh pembantu

Tokoh pembantu adalah tokoh yang memiliki peranan tidak penting dalam cerita dan kehadiran tokoh ini hanya sekedar menunjang tokoh utama.

Jenis tokoh berdasarkan watak:

a.      Tokoh protagonis

Tokoh protagonis adalah tokoh yang kita kagumi, yang salah satu jenisnya secara populer disebut hero, yaitu tokoh yang merupakan pengejawantahan norma-norma, nilai-nilai yang ideal bagi kita (Altenbernd dan Lewis dalam Nurgiyantoro, 2002:178).

b.      Tokoh antagonis

Tokoh antagonis adalah tokoh yang menjadi penyebab timbulnya konflik dan ketegangan yang dialami oleh tokoh protagonis.

2.      LATAR

Latar adalah keterangan mengenai ruang, waktu serta suasana terjadinya peristiwa-peristiwa didalam suatu cerita. Jenis latar:

1.Latar waktu        

   Yaitu saat dimana tokoh ataupun si pelaku melakukan sesuatu pada saat kejadian peristiwa
   dalam cerita yang sedang telah terjadi. Seperti misalnya: Pagi hari, siang hari, sore hari,
   malam hari, di zaman dulu, dimasa depan, dan lain sebagainya.

2. Latar tempat
   Yaitu dimana tempat tokoh atau si pelaku mengalami kejadian atau peristiwa didalam cerita.
   Seperti misalnya: Didalam bangunan tua, di sebuah gedung, di lautan, didalam hutan, di
    sekolah, di sebuah pesawat, di ruang angkasa, dan lain sebagainya.

3. Latar suasana
   Yaitu situasi apa saja yang terjadi ketika saat si tokoh atau si pelaku malakukan sesuatu.
    Seperti misanya: saat galau, gembira, lelah, dan lain sebagainya.


3.      ALUR

Alur yaitu merupakan rangkaian cerita sejak awal hingga akhir.

Jenis alur:

1.      Alur maju

alur yang peristiwa ditampilkannya secara kronologis, maju, secara runtut dari tahap awal, tahap tengah, hingga tahap akhir cerita.

2.      Alur mundur

alur yang ceritanya dimulai dengan penyelesaian. Alur ini sering ditemui pada cerita yang memakai setting waktunya pada masa lampau.

3.      Alur campuran.

Alur yang diawali dengan klimaks dari cerita, yang kemudian melihat lagi masa lalu atau masa lampau dan diakhiri dengan penyelesaian dari cerita tersebut.



4.      TEMA

Tema adalah ide yang melandasi suatu cerita diperankan. Tema berkaitan erat dengan fokus atau pun dasar yang dipakai oleh pengarang untuk mengembangkan sebuah cerita.

Ciri Umum Teks Imajinasi/Fantasi

1.      Ada Keajaiban/ Keanehan/ Kemisteriusan Cerita fantasi mengungkapkan hal-hal supranatural/ kemisteriusan, keghaiban yang tidak dite...